Kamis, 06 Mei 2010

SERI PERMAINAN ANAK

SERI PERMAINAN ANAK
KHOLIFATUL AZIZAH, S.Pd.I.
Pemerhati dan Praktisi Pendidikan Anak Usia Prasekolah

(1) SENAM FANTASI
Permainan ini tidak membutuhkan alat. Anda hanya butuh untuk duduk bersila bersama dengan anak-anak atau murid-murid Anda secara melingkar. Minta mereka untuk memejamkan mata dan membayangkan seperti apa yang Anda katakan. Mereka boleh saja menjawab pertanyaan Anda, namun dengan syarat mereka tidak boleh membuka mata sampai Anda memintanya. Anda bisa mengambil sebuah topik. Misalkan, tentang berjalan-jalan ke hutan.
“Kita berjalan-jalan ke hutan. Ada banyak pohon yang tinggi disana. Lihat! Ada pohon apa saja yang kamu lihat?”
“Oh, ya, ya…ada pohon apel disana…Bisa kamu lihat apa warna apel itu? Kamu bisa mengambilnya? Apa rasanya?”
“Lalu kita berjalan lagi, jauh…dan, stop! Lihat disana, itu pohon yang ada di ujung sana! Besar sekali bukan? Ayo kita ke pohon itu!”
“wow…subhanallah…besar sekali, ya? Bisakah kamu mengulurkan tanganmu untuk memeluknya??”
“Uuupps…! Ada kelapa yang jatuh! Bagaimana bunyinya?”
“Yaa…BUMM!! Kelapa jatuh…oh, awas, ada daun-daun yang berjatuhan! Kemana dia akan jatuh ya? Ke tanah? Atau ke langit?”
“Oke…matahari sudah hampir tenggelam sekarang, ayo kita pulang, dan kalian boleh membuka mata.”
Seperti itulah kira-kira. Permainan ini dikembangkan untuk melatih kemampuan anak berkreasi dan berimajinasi. Anda dapat memilih topik lain yang menarik bagi mereka.
(2) KOTAK MISTERI
Ambil sebuah kardus bekas yang cukup besar, minimal ukuran 15×15x15, lalu beri lubang di tengahnya yang cukup untuk dimasuki oleh tangan si kecil. Sediakan beberapa barang yang dapat masuk ke dalam kardus tersebut. Pensil, pulpen, penghapus, mobil mainan mini, kunci, dsb.
Perkenalkan setiap kata pada si kecil, minta ia menirukan Anda. Misal, “ini pensil”. Setelah itu, masukkan semua benda tadi ke dalam kotak.
Tutup mata anak Anda, lalu minta ia mengulurkan tangannya untuk masuk ke dalam lubang di kotak dan meraba sebuah benda. Suruh ia menebak benda apa yang sedang dipegangnya.
Permainan ini membantunya untuk merangsang motorik halusnya, juga membantunya menambah kosakata dan kemampuan bahasa.
Anda bisa mengkombinasikan permainan ini dengan cara lain. Misal, Anda menyediakan kotak khusus untuknya yang wajib ia isi dengan sebuah benda yang memiliki guna.
Contoh: ia mengisinya dengan selembar tisu. Minta ia menjelaskan mengapa ia memilih tisu untuk dimasukkan dalam kotaknya.
(3) LOKOMOTIF KERETA: MELATIH KERJA SAMA DAN KEPEMIMPINAN ANAK
“Tuut…tuuut…tuuut…kereta api mau lewaaatt…awass!!”
Anak-anak di kelas saya paling senang bermain kereta-keretaan dengan menyusun kursi-kursi mereka menjadi gerbong. Mereka berimajinasi seolah-olah mereka tengah berada di sebuah kereta api yang sedang berjalan dan berkeliling melihat pemandangan. Hmm…ternyata permainan ini bagus untuk melatih daya imajinasi mereka.
Ada satu permainan sejenis yang hampir sama, namun lebih mengarahkan mereka ke arah pelatihan kerjasama dan kepemimpinan. Saya menyebutnya “bemain loko”.
Cara bermainnya sangat mudah. Minta anak-anak untuk menunjuk dua orang sebagai lokomotif kereta. Dan sisanya –yang menjadi “gerbong”- menyebar kemana saja mereka inginkan, asal tidak terlalu jauh. Setelah itu, mintalah dua orang anak sebagai lokomotif ini untuk mencari “gerbong” kereta mereka. Permainan ini dilombakan, siapa yang paling banyak gerbongnya, dialah yang menang.
Anda sebagai guru juga bisa mengimprovisasikan permainan ini. Misalnya, sekaligus melatih keseimbangan mereka, atau ketangkasan dan kelincahan mereka, Anda bisa memadukannya dengan sarana bermain yang ada. Anda bisa membuat “rel” dengan jalur tangga pelangi, terowongan anak, lalu seluncuran anak. Akan lebih baik jika sekali-kali Anda juga mengambil posisi, sebagai lokomotif atau gerbong, bersama dengan pengajar lain.
Belajar sambil bermain, itu menyenangkan! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar